post-image

Meraih Keberkahan Hidup Dengan Menuntut Ilmu

Oleh : Khansa Salsabila, Mustawa 3

Menuntut ilmu adalah salah satu cara untuk meraih keberkahan hidup. Ilmu adalah cahaya yang menerangi hati dan akal, serta menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam kitab Riyadhush Shalihin, Imam An-Nawawi membahas keutamaan menuntut ilmu, adab-adab dalam mencarinya, dan pentingnya ilmu dalam membentuk pribadi seorang muslim yang mulia.

Keutamaan Menuntut Ilmu

Ilmu adalah bekal utama seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Allah تعالى berfirman:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه bahwa Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةَ

“Barangsiapa meniti sebuah jalan demi mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”  (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa ilmu bukan hanya bermanfaat untuk kehidupan dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat.

Menuntut Ilmu Sebagai Jalan Keberkahan

  1. Ilmu menuntun kepada amal yang benar

Seseorang yang berilmu akan lebih mudah membedakan antara yang benar dan yang salah. Dalam Riyadhush Shalihin, disebutkan bahwa ilmu adalah landasan amal.

Dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه, beliau berkata, Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلّا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Bila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang berguna, atau anak shalih yang mendoakannya.”  (HR. Muslim)

Ilmu yang bermanfaat akan terus memberikan keberkahan kepada pemiliknya, bahkan setelah ia wafat. Oleh karna itu, menuntut ilmu adalah investasi abadi yang memberikan kebaikan di dunia dan akhirat.

  1. Ilmu membawa kedamaian hati

Seseorang yang menuntut ilmu dengan ikhlas akan merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidupny. Allah تعالى berfirman:

اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ

“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”  (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dalam Riyadhush Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat mendekatkan seseorang kepada Allah, sehingga hidupnya dipenuhi dengan keberkahan dan ketenangan.

  1. Menuntut ilmu sebagai bentuk ibadah

Menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas adalah ibadah. Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”  (HR. Ibnu majah)‏

Hadits ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu bukan hanya pilihan, tetapi kewajiban bagi setiap muslim. Dengan niat yang benar, menuntut ilmu menjadi ibadah yang mendatangkan pahala.

Adab Dalam Menuntut Ilmu

Dalam Riyadhush Shalihin, Imam An-Nawawi juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Berikut beberapa adab yang harus dimiliki oleh penuntut ilmu:

  1. Ikhlas dalam niat

Ilmu harus dicari semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan untuk kebanggaan atau tujuan duniawi.

Dari Abu Hurairah رضي اللّه عنه, beliau berkata, Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang mempelajari ilmu yang sepatutnya dicari karena wajah Allah, tetapi dia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sesuatu dari dunia, maka dia tidak mencium aroma surga di hari kiamat.”  (HR. Abu Daud)

  1. Menghormati guru

Penuntut ilmu harus menunjukkan sikap hormat kepada gurunya. Dalam Riyadhush shalihin, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa menghormati guru adalah salah satu cara untuk mendapatkan keberkahan ilmu.

  1. Bersabar dalam menuntut ilmu

Dalam perjalanan menuntut ilmu, kita mungkin menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Namun, dengan kesabaran, kita dapat menghadapinya dan terus berusaha untuk meningkatkan pemahaman kita.

 

(Berdasarkan kitab Riyadhush Shalihin karya Imam An-Nawawi)